Hukum & Fiqih

13 Rukun Shalat yang Wajib Diketahui: Panduan Lengkap Menurut Mazhab Syafii

· 6 menit baca

13 Rukun Shalat yang Wajib Diketahui: Panduan Lengkap Menurut Mazhab Syafii

Shalat yang sah dan diterima di sisi Allah SWT memiliki 13 rukun yang tidak boleh ditinggalkan, sebagaimana diajarkan dalam Mazhab Syafii. Meninggalkan salah satu rukun ini, baik sengaja maupun tidak, dapat membatalkan shalat Anda dan mengharuskan untuk mengulanginya. Oleh karena itu, memahami dan menunaikan setiap rukun dengan benar adalah fundamental bagi setiap Muslim.

Apa Saja 13 Rukun Shalat Menurut Mazhab Syafii?

Rukun shalat adalah bagian inti dari shalat yang harus ada dan dilakukan secara berurutan. Jika salah satu rukun ini tertinggal, shalat tidak dianggap sah dan harus diulang.

Berikut adalah 13 rukun shalat menurut pandangan Mazhab Syafii yang umum diajarkan di Indonesia:

No. Rukun Shalat Penjelasan Singkat
1 Niat Berniat dalam hati untuk melaksanakan shalat tertentu.
2 Berdiri Berdiri tegak bagi yang mampu saat shalat fardhu.
3 Takbiratul Ihram Mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai pembuka shalat.
4 Membaca Surah Al-Fatihah Membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
5 Ruku’ dan Tuma’ninah Membungkukkan badan hingga punggung lurus dan tuma’ninah (tenang sejenak).
6 I’tidal dan Tuma’ninah Bangkit dari ruku’ ke posisi berdiri tegak dan tuma’ninah.
7 Sujud dan Tuma’ninah Meletakkan tujuh anggota badan ke tanah (dua kali) dan tuma’ninah.
8 Duduk di Antara Dua Sujud dan Tuma’ninah Duduk di antara dua sujud dan tuma’ninah.
9 Duduk Tasyahhud Akhir Duduk untuk membaca tasyahhud akhir.
10 Membaca Tasyahhud Akhir Mengucapkan bacaan tasyahhud akhir.
11 Membaca Shalawat atas Nabi pada Tasyahhud Akhir Mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada tasyahhud akhir.
12 Mengucapkan Salam yang Pertama Mengucapkan salam "Assalamualaikum warahmatullah" ke kanan sebagai penutup shalat.
13 Tertib Melaksanakan semua rukun secara berurutan tanpa ada yang terlewat.

Penjelasan Lebih Lanjut Setiap Rukun Shalat

  • 1. Niat: Niat adalah kehendak hati untuk melakukan suatu ibadah. Letaknya di dalam hati dan tidak wajib dilafazkan, meskipun sunah melafazkannya sebelum takbiratul ihram untuk menguatkan niat. Niat harus spesifik, misalnya niat shalat Ashar empat rakaat karena Allah.
  • 2. Berdiri bagi yang Mampu: Bagi shalat fardhu, rukun ini mewajibkan jamaah untuk berdiri tegak selama mampu. Jika tidak mampu karena sakit atau uzur syar’i, diperbolehkan shalat sambil duduk, berbaring, atau sesuai kemampuan.
  • 3. Takbiratul Ihram: Yaitu ucapan "Allahu Akbar" sebagai pembuka shalat. Dengan Takbiratul Ihram, semua hal yang sebelumnya mubah (boleh) menjadi haram dilakukan dalam shalat, seperti makan, minum, atau berbicara.
  • 4. Membaca Surah Al-Fatihah: Wajib dibaca pada setiap rakaat shalat, baik shalat fardhu maupun sunah. Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW, "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Surah Al-Fatihah)." (HR. Bukhari dan Muslim).
  • 5. Ruku’ dan Tuma’ninah padanya: Ruku’ adalah membungkukkan badan hingga punggung lurus dan kepala sejajar dengan punggung. Tuma’ninah berarti tenang sejenak dalam posisi ruku’ sebelum beralih ke gerakan selanjutnya.
  • 6. I’tidal dan Tuma’ninah padanya: I’tidal adalah bangkit dari ruku’ dan berdiri tegak kembali. Seperti ruku’, tuma’ninah juga wajib dilakukan saat i’tidal.
  • 7. Sujud dan Tuma’ninah padanya: Sujud adalah meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki ke lantai. Ini dilakukan dua kali dalam setiap rakaat, disertai tuma’ninah pada setiap sujud.
  • 8. Duduk di Antara Dua Sujud dan Tuma’ninah padanya: Setelah sujud pertama, jamaah duduk sejenak sebelum sujud kedua. Posisi duduk ini juga harus disertai tuma’ninah.
  • 9. Duduk Tasyahhud Akhir: Ini adalah posisi duduk khusus yang dilakukan pada rakaat terakhir shalat untuk membaca tasyahhud akhir.
  • 10. Membaca Tasyahhud Akhir: Bacaan tasyahhud akhir adalah serangkaian doa dan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • 11. Membaca Shalawat atas Nabi pada Tasyahhud Akhir: Bagian dari tasyahhud akhir yang secara khusus berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
  • 12. Mengucapkan Salam yang Pertama: Ucapan "Assalamualaikum warahmatullah" yang pertama kali diucapkan sambil menoleh ke kanan, menandakan berakhirnya shalat.
  • 13. Tertib: Tertib berarti melaksanakan seluruh rukun shalat secara berurutan, tidak boleh ada yang didahulukan atau diakhirkan dari urutannya. Urutan ini telah ditetapkan berdasarkan praktik shalat Nabi Muhammad SAW.

Mengapa Memahami Rukun Shalat Sangat Penting?

Memahami rukun shalat sangat penting karena rukun-rukun ini adalah fondasi utama yang menentukan sah atau tidaknya shalat seseorang. Tanpa menunaikan semua rukun dengan benar, shalat tidak akan dianggap sah di hadapan Allah SWT.

Ini adalah bagian integral dari ibadah yang tidak bisa diganti atau ditinggalkan, berbeda dengan sunah yang jika ditinggalkan tidak membatalkan shalat.

Apa Perbedaan Rukun, Syarat, dan Wajib Shalat?

Dalam fiqih shalat, ada tiga istilah penting yang seringkali membuat bingung, yaitu rukun, syarat, dan wajib shalat. Meskipun ketiganya penting, ada perbedaan mendasar:

  • Rukun Shalat: Adalah bagian inti dari shalat yang harus dilakukan di dalam shalat itu sendiri. Jika rukun ditinggalkan, shalat batal dan harus diulang. Contoh: sujud, ruku’, niat.
  • Syarat Shalat: Adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum shalat dimulai agar shalat sah. Jika syarat tidak terpenuhi, shalat tidak akan sah. Contoh: suci dari hadas, menutup aurat, menghadap kiblat. Pelajari lebih lanjut tentang syarat sah shalat.
  • Wajib Shalat: Dalam Mazhab Syafii, istilah ‘wajib shalat’ sering disamakan dengan rukun. Namun, dalam mazhab lain (seperti Hanbali), wajib shalat adalah bagian yang jika ditinggalkan karena lupa bisa diganti dengan sujud sahwi, tetapi jika sengaja ditinggalkan shalatnya batal. Dalam konteks Mazhab Syafii, semua yang wajib (fardhu) adalah rukun.

Bagaimana Dalil Kewajiban Rukun Shalat dalam Islam?

Kewajiban menunaikan rukun shalat didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 77:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan."

Ayat ini secara eksplisit menyebutkan ruku’ dan sujud sebagai bagian dari ibadah. Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW yang terkenal, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat," (HR. Bukhari) menunjukkan pentingnya meniru setiap gerakan dan ucapan beliau dalam shalat, termasuk rukun-rukunnya.

Hadis tentang "orang yang shalatnya buruk" (Musii’ shalatuhu) juga menegaskan pentingnya tuma’ninah dalam setiap gerakan, menunjukkan bahwa tuma’ninah adalah rukun yang tidak boleh ditinggalkan.

Apa yang Terjadi Jika Salah Satu Rukun Shalat Terlupa atau Tertinggal?

Jika seseorang lupa atau tidak sengaja meninggalkan salah satu rukun shalat, ada beberapa kondisi menurut Mazhab Syafii:

  • Jika teringat saat masih dalam shalat: Wajib segera kembali untuk menunaikan rukun yang tertinggal tersebut, lalu melanjutkan shalat dari titik tersebut. Jika sudah sampai pada rukun yang sama di rakaat berikutnya, maka rakaat yang tertinggal rukunnya dianggap batal dan harus mengulang rakaat tersebut.
  • Jika teringat setelah salam: Shalatnya dianggap batal dan wajib diulang secara keseluruhan, karena tidak sahnya shalat tanpa rukun tersebut.

Penting untuk diingat bahwa sujud sahwi (sujud karena lupa) hanya untuk menutupi kekurangan sunah ab’adh atau keraguan, bukan untuk mengganti rukun yang tertinggal. Untuk informasi lebih lanjut tentang hal-hal yang dapat membatalkan shalat, Anda bisa membaca artikel kami tentang pembatal shalat.

Memahami dan mengamalkan 13 rukun shalat ini adalah langkah penting untuk memastikan ibadah kita sesuai tuntunan syariat. Semoga shalat kita selalu diterima oleh Allah SWT.

Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardh, hanifan musliman wama ana minal musyrikin. Dengan segenap jiwa dan raga, kami menghadap kepada-Mu, ya Allah, Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus dan berserah diri, dan kami bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Mu. Semoga setiap sujud dan ruku’ kita menjadi bukti ketaatan yang tulus.

Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?

Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.

Mulai Wajjahtu