Bacaan

Bacaan Surat-Surat Pendek Pilihan untuk Shalat: Panduan Lengkap 2026

· 4 menit baca

Surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Kafirun adalah pilihan umum yang sering dibaca dalam shalat fardhu maupun sunnah. Kemudahan hafalan dan pesan-pesan utama Islam yang terkandung di dalamnya membantu jamaah fokus dan meraih kekhusyukan dalam ibadah.

Mengapa Membaca Surat Pendek dalam Shalat Penting?

Membaca surat setelah Al-Fatihah adalah sunnah muakkadah dalam shalat, memperkaya ibadah dan memberikan pahala tambahan bagi pelakunya. Surat-surat pendek memudahkan umat Muslim dari berbagai tingkatan hafalan untuk melaksanakannya dengan sempurna.

Surat Apa Saja yang Sering Dibaca dalam Shalat?

Beberapa surat pendek yang paling populer dan sering dibaca dalam shalat adalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Kafirun, di samping surat-surat lainnya seperti Al-Lahab atau An-Nashr. Pemilihan surat-surat ini seringkali didasarkan pada kemudahan hafalan dan pesan moral yang kuat yang terkandung di dalamnya.

Nama Surat Nomor Surat Jumlah Ayat Tema Utama
Al-Fatihah 1 7 Pembuka, doa universal
Al-Kafirun 109 6 Toleransi beragama, penegasan tauhid
An-Nashr 110 3 Kemenangan Islam, tasbih & istighfar
Al-Lahab 111 5 Celaan bagi musuh Islam
Al-Ikhlas 112 4 Keesaan Allah (Tauhid)
Al-Falaq 113 5 Memohon perlindungan dari kejahatan
An-Nas 114 6 Memohon perlindungan dari godaan setan

Bagaimana Bacaan Surat Al-Ikhlas dalam Shalat?

Surat Al-Ikhlas (Surah ke-112) adalah salah satu surat terpenting yang menekankan keesaan Allah SWT, sering dibaca karena ringkas dan mudah diingat. Membacanya setara dengan sepertiga Al-Qur’an karena inti ajarannya tentang tauhid.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١

Qul huwallāhu aḥad.

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢

Allāhuṣ-ṣamad.

Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣

Lam yalid wa lam yūlad.

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ۝٤

Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.”

Apa Bacaan Surat Al-Falaq dan An-Nas dalam Shalat?

Kedua surat ini, dikenal sebagai Al-Mu’awwidhatain, adalah doa perlindungan dari segala jenis kejahatan dan godaan, sangat dianjurkan untuk dibaca dalam setiap shalat. Membacanya diharapkan dapat membentengi diri dari gangguan jin dan manusia.

Surat Al-Falaq (Surah ke-113)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝١

Qul a‘ūżu birabbil-falaq.

Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝٢

Min syarri mā khalaq.

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝٣

Wa min syarri gāsiqin iżā waqab.

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝٤

Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad.

dan dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang mengembus pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ۝٥

Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Surat An-Nas (Surah ke-114)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١

Qul a‘ūżu birabbin-nās.

Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢

Malikin-nās.

Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣

Ilāhin-nās.

sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤

Min syarril-waswāsil-khannās.

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥

Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās.

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝٦

Minal-jinnati wan-nās.

dari (golongan) jin dan manusia.”

Bolehkah Membaca Surat Al-Kafirun dalam Shalat?

Tentu saja, Surat Al-Kafirun (Surah ke-109) sangat dianjurkan, terutama dalam shalat sunnah seperti shalat qabliyah subuh atau shalat witir, karena menegaskan prinsip tauhid dan batas-batas toleransi beragama. Surat ini mengingatkan akan pentingnya menjaga akidah Islam dengan tegas.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝١

Qul yā ayyuhal-kāfirūn.

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ۝٢

Lā a‘budu mā ta‘budūn.

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ۝٣

Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.

Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ۝٤

Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum.

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ۝٥

Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud.

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ۝٦

Lakum dīnukum wa liya dīn.

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Kapan Waktu yang Tepat Membaca Surat Pendek dalam Shalat?

Surat pendek dibaca setelah membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua dalam setiap shalat fardhu maupun sunnah. Ini adalah bagian dari urutan bacaan shalat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Untuk memahami lebih lanjut urutan shalat, Anda bisa membaca tata cara shalat yang benar.

Apa Manfaat Memahami Makna Surat-Surat Pendek yang Dibaca?

Memahami makna surat-surat pendek yang dibaca dalam shalat akan meningkatkan kekhusyukan dan kualitas ibadah, mengubahnya dari sekadar gerakan menjadi komunikasi yang mendalam dengan Allah SWT. Ini juga membantu menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat iman dan ketaqwaan. Jangan lupakan juga rukun dan syarat shalat agar ibadah Anda sah di mata Allah.

Mari kita tingkatkan kualitas shalat kita dengan memahami dan menghayati setiap bacaan, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an. Pelajari lebih lanjut tentang doa Iftitah Wajjahtu untuk memulai shalat dengan sempurna dan penuh kesadaran di tahun 2026 ini.

Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?

Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.

Mulai Wajjahtu