Bacaan

Doa Qunut Shalat Subuh: Bacaan Lengkap, Hukum, dan Tata Cara (Terbaru 2026)

· 4 menit baca

Doa Qunut adalah doa khusus yang dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh setelah bangkit dari rukuk (i’tidal), sebelum sujud. Doa ini berisi permohonan kebaikan, petunjuk, ampunan, dan perlindungan kepada Allah SWT, serta memiliki hukum sunnah muakkad menurut Mazhab Syafi’i dan Maliki.

Apa Itu Doa Qunut dalam Shalat Subuh?

Doa Qunut secara bahasa berarti ketaatan, berdiri lama, atau diam dalam shalat. Dalam konteks shalat, ia merujuk pada doa yang dibaca pada waktu tertentu dalam shalat.

Khususnya dalam shalat Subuh, Doa Qunut adalah lafaz permohonan yang dilantunkan pada rakaat terakhir, setelah gerakan i’tidal, sebelum melakukan sujud pertama.

Bagaimana Bacaan Doa Qunut Shalat Subuh?

Berikut adalah bacaan Doa Qunut yang umum diamalkan, lengkap dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya. Doa ini sebaiknya dihafalkan agar shalat Subuh dapat dilaksanakan dengan sempurna.

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِىْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلٰى مَا قَضَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummah dinii fii man hadait, wa ‘aafinii fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baariklii fii maa a’thait, wa qinii syarro maa qodhoit, fa innaka taqdhii wa laa yuqdho ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarokta robbanaa wa ta’aalait, fa lakal hamdu ‘alaa maa qodhoit, astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallam.

Terjemahan:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau putuskan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas-Mu. Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau pimpin. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala puji atas yang telah Engkau putuskan. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”

Catatan: Jika menjadi imam, kata “ihdini” (tunjukilah aku) bisa diubah menjadi “ihdinaa” (tunjukilah kami), dan seterusnya, untuk doa yang dibacakan secara kolektif.

Bagaimana Hukum Doa Qunut dalam Shalat Subuh?

Hukum membaca Doa Qunut dalam shalat Subuh telah menjadi pembahasan para ulama dan terdapat perbedaan pendapat di antara madzhab fiqih. Mayoritas ulama dari Mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Ini berarti jika seseorang meninggalkannya, shalatnya tetap sah namun ia kehilangan pahala kesunnahan dan disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi jika meninggalkannya dengan sengaja.

Madzhab Fiqih Hukum Doa Qunut Subuh Keterangan Singkat
Syafi’i Sunnah Muakkadah Sangat dianjurkan, disunnahkan sujud sahwi jika ditinggalkan.
Maliki Sunnah Muakkadah Mirip Syafi’i, dibaca pelan oleh makmum.
Hanafi Tidak Disunnahkan Hanya disunnahkan pada shalat Witir di paruh kedua Ramadhan.
Hanbali Tidak Disunnahkan Hanya disunnahkan pada shalat Witir atau saat terjadi musibah (qunut nazilah).

Bagaimana Tata Cara Membaca Doa Qunut di Shalat Subuh?

Membaca Doa Qunut memiliki tata cara khusus yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan syariat. Doa ini dibaca setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua shalat Subuh, yaitu saat posisi i’tidal.

Setelah mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd”, jamaah atau imam langsung melanjutkan dengan membaca Doa Qunut.

  • Setelah rukuk di rakaat kedua, bangkitlah ke posisi i’tidal sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”.
  • Lanjutkan dengan “Rabbana lakal hamd”.
  • Angkat kedua tangan sejajar bahu atau dada (seperti berdoa) dan bacalah Doa Qunut. Bagi imam, disunnahkan mengeraskan suara agar makmum dapat mendengarnya dan mengaminkan.
  • Setelah selesai membaca doa, turun untuk sujud.

Untuk panduan lengkap mengenai gerakan shalat Subuh secara menyeluruh, Anda bisa melihat artikel kami tentang Tata Cara Shalat Subuh Lengkap. Pelajari lebih lanjut mengenai perbedaan pendapat ulama terkait hukum doa-doa dalam shalat pada artikel Hukum Doa-doa dalam Shalat Menurut Madzhab.

Dengan memahami dan mengamalkan Doa Qunut, kita berharap shalat Subuh kita menjadi lebih sempurna dan penuh berkah. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk dan perlindungan oleh Allah SWT.

Wajjahtu: Panduan Shalat Wajib Lengkap

Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?

Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.

Mulai Wajjahtu