Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadan: Sejarah, Waktu, Rakaat, dan Tata Cara
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan, dilaksanakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh, dengan keutamaan besar berupa pengampunan dosa-dosa yang telah lalu bagi yang melaksanakannya dengan iman dan ikhlas.
Apa itu Shalat Tarawih dan Bagaimana Sejarahnya?
Shalat Tarawih adalah shalat malam khusus yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, sering disebut juga sebagai Qiyamul Lail Ramadan. Secara historis, Rasulullah ﷺ pernah melaksanakannya secara berjamaah namun kemudian meninggalkannya karena khawatir akan diwajibkan, hingga akhirnya dihidupkan kembali secara berjamaah oleh Khalifah Umar bin Khattab.
Kapan Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih?
Waktu pelaksanaan Shalat Tarawih dimulai setelah shalat Isya dan berakhir sebelum masuknya waktu shalat Subuh. Shalat ini dianjurkan untuk dilakukan setiap malam sepanjang bulan Ramadan, memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk meraih pahala dan keberkahan.
Dalilnya, Nabi ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang berdiri (shalat) pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih yang Dianjurkan?
Jumlah rakaat Shalat Tarawih memiliki beberapa variasi yang sama-sama sah dan memiliki dasar dalam sunnah. Umumnya dilaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat Shalat Witir, atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat Shalat Witir.
Fleksibilitas ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dalam beribadah, di mana yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam melaksanakannya.
Variasi Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
| Jumlah Rakaat Tarawih | Jumlah Rakaat Witir | Total Rakaat | Dasar |
|---|---|---|---|
| 8 Rakaat | 3 Rakaat | 11 Rakaat | Praktik Nabi ﷺ (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah) |
| 20 Rakaat | 3 Rakaat | 23 Rakaat | Praktik Khalifah Umar bin Khattab dan mayoritas ulama |
Aisyah RA pernah ditanya tentang shalat malam Rasulullah ﷺ di bulan Ramadan, ia menjawab, “Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah (jumlah rakaat) dalam bulan Ramadan dan tidak pula di luar bulan Ramadan lebih dari sebelas rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, praktik 20 rakaat juga memiliki dasar kuat dari ijma’ sahabat di masa Umar.
Apa Saja Keutamaan Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadan?
Melaksanakan Shalat Tarawih di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Keutamaan utamanya adalah pengampunan dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang melaksanakannya dengan iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah).
Selain itu, shalat ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ketakwaan, serta melipatgandakan pahala amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini. Untuk memahami lebih lanjut tentang berkah bulan ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang Keutamaan Bulan Ramadan dan Amalannya.
Bagaimana Tata Cara Singkat Melaksanakan Shalat Tarawih?
Tata cara Shalat Tarawih pada dasarnya sama dengan shalat sunnah dua rakaat lainnya, dilakukan dengan niat khusus untuk Shalat Tarawih. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan kembali hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, dan diakhiri dengan Shalat Witir.
Untuk panduan yang lebih detail mengenai gerakan dan bacaan shalat, Anda dapat merujuk pada Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Sunnah.
Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keistiqomahan untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah yang tulus. “Wajjahtu wajhiya lilladzi fataras samawati wal ardha hanifan musliman wama ana minal musyrikin.” Mari niatkan segala ibadah kita hanya untuk Allah semata.
Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?
Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.
Mulai Wajjahtu