Sunnah

Panduan Lengkap Shalat Rawatib: Pengertian, Waktu, Rakaat, dan Keutamaannya

· 2 menit baca

Shalat Rawatib adalah shalat sunnah yang pelaksanaannya mengiringi shalat fardhu lima waktu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah). Ibadah sunnah ini sangat ditekankan karena berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam shalat fardhu dan kunci pembuka pintu pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Apa Itu Shalat Rawatib?

Shalat Rawatib adalah shalat sunnah yang pelaksanaannya mengiringi shalat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah). Shalat ini berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam shalat fardhu dan pembuka pintu pahala yang besar dari Allah SWT.

Kapan Waktu Pelaksanaan Shalat Rawatib?

Shalat Rawatib dilaksanakan mengelilingi shalat fardhu lima waktu. Waktunya spesifik, yaitu sebelum shalat fardhu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, serta setelah shalat fardhu Dzuhur, Maghrib, dan Isya.

Shalat Fardhu Jenis Rawatib Jumlah Rakaat Status
Subuh Qabliyah 2 Muakkad
Dzuhur Qabliyah 2 atau 4 Muakkad (2), Ghairu Muakkad (2 tambahan)
Dzuhur Ba’diyah 2 atau 4 Muakkad (2), Ghairu Muakkad (2 tambahan)
Ashar Qabliyah 2 atau 4 Ghairu Muakkad
Maghrib Ba’diyah 2 Muakkad
Isya Ba’diyah 2 Muakkad

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Rawatib?

Jumlah rakaat shalat Rawatib bervariasi tergantung jenisnya, ada yang 2 rakaat dan ada pula yang 4 rakaat. Shalat Rawatib Muakkad (ditekankan) berjumlah 10 atau 12 rakaat, sementara Ghairu Muakkad (tidak ditekankan) memiliki jumlah yang lebih banyak.

Apa Keutamaan Melaksanakan Shalat Rawatib?

Keutamaan shalat Rawatib sangat besar di sisi Allah SWT, terutama bagi yang istiqamah melaksanakannya. Pelaksanaan shalat sunnah ini dijanjikan ganjaran surga dan menjadi sebab terampuninya dosa-dosa kecil.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim dari Ummu Habibah, "Barangsiapa shalat dua belas rakaat pada siang dan malam hari, akan dibangunkan baginya rumah di surga." (HR. Muslim No. 728). Dua belas rakaat ini terdiri dari 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat setelah Dzuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.

Bagaimana Tata Cara Shalat Rawatib?

Tata cara shalat Rawatib pada dasarnya sama dengan shalat sunnah dua rakaat lainnya, namun niatnya disesuaikan dengan jenis Rawatib yang akan dikerjakan. Pelaksanaannya dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) dan tidak didahului adzan atau iqamah.

Secara singkat, tata caranya meliputi niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan Al-Kafirun di rakaat pertama dan Al-Ikhlas di rakaat kedua), ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan diakhiri dengan tasyahud akhir serta salam. Untuk panduan lebih detail, Anda bisa melihat artikel kami tentang Tata Cara Shalat Sunnah.

Shalat Rawatib adalah salah satu dari macam-macam shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan untuk istiqamah dalam menjalankan shalat Rawatib demi meraih ridha dan surga-Nya. Wajjahtu!

Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?

Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.

Mulai Wajjahtu