Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Dhuha: Niat, Waktu, Rakaat, dan Keutamaannya (Terbaru 2026)
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan, dikerjakan setelah matahari terbit sekitar 15-20 menit hingga menjelang masuk waktu shalat Dzuhur, dengan jumlah rakaat minimal dua. Pelaksanaannya meliputi niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surah pendek, ruku’, sujud, hingga salam, serupa dengan shalat sunnah lainnya.
Apa Niat Shalat Dhuha dan Bagaimana Cara Melafalkannya?
Niat shalat Dhuha dilafalkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, menegaskan tujuan ibadah kepada Allah SWT. Meskipun pelafalan lisan bukan syarat sah, mengucapkannya dapat membantu memantapkan hati dan kekhusyukan.
Lafal Niat Shalat Dhuha:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Kapan Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Shalat Dhuha?
Waktu shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit sekitar 15-20 menit (setelah waktu syuruq) hingga sebelum masuk waktu shalat Dzuhur. Waktu paling utama (afdhal) adalah ketika matahari sudah agak tinggi dan terik, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 pagi.
Rentang Waktu Shalat Dhuha
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| Awal Waktu | Sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit (waktu syuruq) |
| Waktu Afdhal | Ketika matahari mulai tinggi dan terik (sekitar pukul 09.00 – 11.00 pagi) |
| Akhir Waktu | Menjelang masuk waktu shalat Dzuhur (sekitar 10-15 menit sebelum adzan Dzuhur) |
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Shalat Awwabin (shalat Dhuha) adalah ketika anak unta merasa kepanasan (karena teriknya matahari)." (HR. Muslim).
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha yang Dianjurkan?
Shalat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, meskipun ada pendapat lain yang menyebutkan maksimal delapan rakaat. Pelaksanaannya dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam, misalnya 2, 4, 6, atau 8 rakaat.
Pilihan Jumlah Rakaat Shalat Dhuha
| Jumlah Rakaat | Keterangan |
|---|---|
| 2 Rakaat | Jumlah minimal dan paling umum |
| 4 Rakaat | Dianjurkan dan memiliki keutamaan khusus |
| 6 Rakaat | Pilihan untuk menambah kebaikan |
| 8 Rakaat | Maksimal menurut sebagian ulama |
| 12 Rakaat | Maksimal menurut ulama lain, dengan keutamaan istimewa |
Bagaimana Langkah-langkah Tata Cara Shalat Dhuha yang Benar?
Tata cara shalat Dhuha secara umum sama dengan shalat sunnah lainnya, dimulai dengan niat dan diakhiri dengan salam. Penting untuk menjaga khusyuk dan tuma’ninah di setiap gerakan agar ibadah diterima Allah SWT.
- Berwudhu: Pastikan Anda dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar.
- Menghadap Kiblat dan Berniat: Berdiri menghadap kiblat sambil mengucapkan niat shalat Dhuha dalam hati.
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
- Membaca Doa Iftitah (Sunnah): Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah: Wajib dibaca di setiap rakaat.
- Membaca Surah Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surah pendek. Untuk rakaat pertama disunnahkan Surah Asy-Syams dan rakaat kedua Surah Ad-Dhuha, atau surah lain yang Anda hafal.
- Ruku’ dengan Tuma’ninah: Membungkuk dengan punggung lurus, tangan memegang lutut, dan membaca tasbih ruku’.
- I’tidal: Bangun dari ruku’ ke posisi berdiri tegak sambil membaca "Sami’allahu liman hamidah" dan "Rabbana lakal hamdu".
- Sujud Pertama: Turun ke posisi sujud dengan tujuh anggota tubuh menempel lantai (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki), membaca tasbih sujud.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Bangun dari sujud pertama ke posisi duduk iftirasy, membaca doa duduk antara dua sujud.
- Sujud Kedua: Kembali sujud seperti sujud pertama.
- Berdiri untuk Rakaat Kedua: Bangun untuk rakaat kedua dan ulangi langkah 5-11.
- Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua di rakaat terakhir, duduk tasyahud akhir dan membaca bacaan tasyahud akhir serta shalawat.
- Mengucapkan Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh".
- Membaca Doa Setelah Shalat Dhuha (Sunnah): Setelah salam, dianjurkan membaca doa khusus setelah shalat Dhuha. Anda bisa menemukan panduan lengkapnya di artikel kami: Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha.
Apa Saja Keutamaan dan Manfaat Melaksanakan Shalat Dhuha?
Shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya adalah sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh dan penggugur dosa. Melaksanakannya secara rutin juga dapat mendatangkan keberkahan rezeki dari Allah SWT.
- Sedekah bagi Persendian: Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ruas tulang sendi salah seorang di antara kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan mencukupi semua itu adalah dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Muslim).
- Penggugur Dosa: Shalat Dhuha diyakini dapat menghapus dosa-dosa, bahkan dosa yang sebanyak buih di lautan.
- Pahala Haji dan Umrah: Bagi yang shalat Subuh berjamaah, lalu berzikir hingga terbit matahari dan dilanjutkan shalat Dhuha, akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah sempurna.
- Jaminan Kecukupan Rezeki: Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi, "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir siang." (HR. Tirmidzi).
- Termasuk Golongan Awwabin: Pelaku shalat Dhuha disebut sebagai Awwabin, yaitu orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai hukum dan dalil-dalil shalat Dhuha, kunjungi artikel kami: FAQ: Hukum Shalat Dhuha dan Dalilnya.
Mari kita senantiasa menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan melaksanakan shalat Dhuha dan merasakan keberkahannya dalam kehidupan sehari-hari. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardh…
Ingin tahu siapa kamu di hadapan shalatmu?
Wajjahtu adalah 7 pertanyaan jujur tentang shalatmu. Tanpa tes, tanpa benar-salah — hanya cermin.
Mulai Wajjahtu